Saya Rugi Belajar Hipnotis

belajar-ilmu-hipnotisDi akhir kelas AMC (Alpha Mind Control) reguler jakarta, minggu lalu ada seorang bapak yang mendekati saya, bapak ini bicara ke saya, “pak firman saya setelah memahami AMC tadi merasa rugi setelah belajar hipnotis yang biayanya lebih mahal dari kelas AMC ini, saya merasa salah memilih program pelatihan, saya sadar tadi bahwa yang menghipnotis itu sebenarnya bukan saya tapi karena orangnya sendiri yang menurut, kalau orangnya menolak ya sudah menolak, lebih keren dengan alpha telepati ya pak, langsung dikirim pesannya tanpa perlu ribet bicara, saya bersyukur bisa bertemu pak firman hari ini”. Saya dengan senyuman menanggapi ucapan bapak ini, “ya itulah jalan bapak untuk sampai belajar AMC”

Sebenarnya tidak ada kata “rugi” dalam mempelajari sesuatu, kalau saja bapak tadi tidak mengikuti program-program hipnotis yang marak dengan berbagai “promosi”nya maka tentu tidak akan sampai ke kelas AMC yang memang didesain lebih tinggi dari sekedar program hipnotis, karena di AMC kita belajar utuh tentang pikiran, sehingga saya buat taglinenya “mengenali, mengontrol dan memaksimalkan PIKIRAN”. Program Hipnotis yang ada seringkali hanya untuk tujuan hiburan, sebab banyak orang “tertipu” dengan tayangan di tv yang menayangkan seolah-olah dengan menghipnotis bisa membuat orang tertidur lalu diperintah apapun, atau dengan hipnotis bisa membuat orang jujur. Saat dikelas mungkin dipraktekkan bisa, karena ketika dikelas pesertanya menurut semua, tetapi begitu menemukan orang lain yang tidak menurut maka ya tidak terjadi.

kunci-sukses

Salah dalam memahami hipnotis, lalu mengajarkan ke banyak orang membuat kejadian yang namanya gagal paham berjamaah, dan inilah yang sering saya temui di kelas AMC. Gagal memahami hipnotis, bahkan mulai dari pengertiannya juga gagal paham, banyak orang selalu membandingkan dengan pertunjukan di televisi, oh ya saya jadi ingat salah satu peserta AMC kemarin yang juga merupakan mantan pejabat di daerah bekasi, dia bilang ke semua peserta, “acara di tv pura-pura aja, bisa dibayar, jadi benar kata pak firman, semua acara di tv itu hanya hiburan saja”

Ini kadang yang masyarakat belum mengetahui, begitu melihat acara tv langsung terpukai dan menganggap semua itu benar, padahal yang namanya acara di tv itu adalah entertainment alias hiburan, maka posisikanlah sebagai hiburan. Ketika anda mengikuti pelatihan-pelatihan hipnotis tetap saja kalau orangnya menolak maka tidak akan terjadi. Saya pernah ada seorang bapak mengikuti kelas privat AMC, dia ingin membuktikan ke saya ilmu hasil belajar hipnotis kepada seorang yang katanya memang jago hipnotis, bersertifikat. Dia menyuruh saya meluruskan tangan ke depan dan memikirkan seolah-olah ada balon ditangan saya. Saya pun menjawab, “harus saya mengikuti bapak, kalau saya memilih untuk membuka hp saya bagaimana?”

sby

Bapak ini lalu senyum-senyum, sambil berkata “waktu di pelatihan dulu itu orang-orang ikut ke atas tanggannya pak”, saya menjawab “iya itu sama dengan ketika ada pengajian lalu semua jamah disuruh menangis dan mengakui dosa, sehingga ada yang menangis sampai sejadi-jadinya, kalau jamaahnya menuruti ya terjadi, kalau jamaahnya sibuk main hp ya jamaah itu biasa saja”. Memahami sesuatu harus secara utuh dan benar sehingga bisa mengaplikasikannya dengan benar dan bukan malah menjadi bumerang bagi diri sendiri, kuncinya adalah memahami PIKIRAN dengan benar, karena semua sumber kekuatan dan kesaktian itu sudah ada di diri kita yaitu PIKIRAN, kenali pikiran dengan benar agar bisa menggunakannya sesuai keinginan kita.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s