Bisakah Menjadikan Rekaman Hipnotis sebagai Jaminan Kejujuran?

hipnotis-untuk-kejujuranSeringkali masih banyak kesalahpahaman dimasyarakat yang menganggap bahwa proses Hipnosis bisa membuat seseorang bicara jujur. Biasanya saya mendapat pertanyaan seperti itu, yaitu tentang hipnosis membuat kejujuran dalam kasus rumah tangga, seperti beberapa hari lalu, saya ingat ada seorang suami yang menelepon saya, lalu bertanya “pak firman, saya ada masalah rumah tangga, saya merasa istri saya selingkuh karena pernah saya membuka sms yang isinya sayang-sayang, tapi istri saya bilang kalau itu hanya iseng saja, saya ingin menghipnotis istri saya agar dia jujur sejauh mana hubungannya dengan lelaki lain itu”. Pernah juga kasusnya sebaliknya, yaitu seorang istri yang ingin mengetahui kejujuran suaminya tentang rasa sayang dan kemana uang dikeluarkan. Ya, tidak jauh dari urusan rumah tangga. Apakah bisa seperti itu?Persepsi di masyarakat yang menganggap bahwa hipnotis bisa dijadikan sarana membuat kejujuran adalah hasil dari tayangan tv, dimana ada seseorang yang tampak tertidur, tampak lho ya, bukan tidur beneran, orang itu ditanya-tanya lalu menjawab yang seolah-olah jujur. Dikatakan seolah-olah jujur sebab tidak diketahui apa ukuran jujurnya. Apakah karena berbeda bicara ketika mata masih terbuka dan setelah mata tertutup, lalu dianggap pernyataan yang keluar dari orang yang tampak tidur itu dianggap jujur? Tidak benar juga kan seperti itu. Contohnya,ketika saya ditanya,”makan apa tadi?”, ketika mata masih terbuka saya bilang makan soto, tapi ketika saya pejam mata, maka saya mengatakan “makan sate”. Lalu yang mana dianggap jujur? Yang soto, apa sate?

Tidak bisa kan dijadikan sebagai jaminan bahwa yang jujur adalah saat saya bicara sambil mata terpejam. Kecuali ada rekaman cctv dimana saya makan tadi, baru itu dijadikan sebagai bukti bahwa saya makan apa. Banyak orang menganggap apa yang ada di acara itu adalah sebuah bukti kejujuran padahal kan hanya perbedaan penyataan antara saat membuka mata dengan memejamkan mata. Karena alasan inilah, rekaman hipnotis tidak bisa dijadikan alat bukti, dan tidak bisa dijadikan jaminan kejujuran, apalagi di KPK dan kepolisian, sama sekali tidak dianggap.

membuat-orang-jujur

Lalu, apakah bisa dengan hipnotis seseorang bicara jujur? kalau pertanyaannya bisa atau tidak bisa, maka saya sebagai pakar pikiran mengatakan BISA, ya..dengan menghipnotis seseorang bisa mengetahui seseorang itu jujur atau tidak. Yang menjadi persoalan adalah apakah orangnya bersedia atau tidak. Kalau orangnya bersedia, maka pasti bisa untuk mengetahui jujurnya, tapi kalau orangnya menolak maka ya pasti ada sesuatu.

Saya teringat, pernah diminta bantuan oleh salah satu perusahaan layanan tv kabel di surabaya, mereka mengatakan sering kehilangan perangkat dihari minggu, dimana karyawan libur tapi ada beberapa karyawan yang piket, nah semua karyawan ini tidak ada yang mau mengaku. Dan celakanya, belum ada cctv di gudang perangkat. Saya diundang untuk melihat siapa yang berbohong, saya gunakan metode hipnosis versi saya untuk melihat kejujuran orang-orang itu. Dari 3 orang yang saya lakukan “hipnotis” meskipun tidak tertidur, akhirnya saya sampai ke satu kesimpulan ada 1 orang yang memang mencuri, dan dengan sedikit “sugesti mengharukan”, si pelaku ini mengaku sambil menangis bahwa dia yang mengambil perangkat tv kabel di gudang dan dijual karena anaknya sedang sakit sehingga butuh dana tambahan.

hipnotis-kejujuran

Jadi, kalau pertanyaannya apakah bisa membuat jujur, maka saya jawab bisa. Tapi, kalau anda bertanya apakah JAMINAN untuk bicara jujur maka saya jawab belum tentu, dan tidak bisa menjamin. Yang bisa menjamin benar kejujuran adalah perangkat deteksi kebohongan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s