Tiga Cara Termudah agar Terhindar dari (Kejahatan) Hipnotis

ilmu-gendamSering kali saya membaca berita surat kabar yang berisi tentang berita maraknya kejahatan yang katanya menggunakan hipnotis, mungkin bukan hanya di surat kabar, tetapi di televisi juga seperti itu, bahkan mungkin ada anda yang pernah mengalami, atau keluarga anda. Contoh seperti berita yang saya ambil dari salah satu media online ini:

Informasi dari kepolisian menyebutkan, peristiwa hipnotis tersebut terjadi pada, Rabu (12/2), sekitar pukul 10.30 WIB. Tiur menuturkan kejadian berawal saat dia di Jalan Ahmad Yani Pekanbaru, tepatnya di depan Bank Mandiri. Dia lalu didatangi oleh seseorang laki-laki.

Pria itu bertanya kepadanya di mana alamat PT Budi Mulya Perawang. Saat asyik berbincang dengan orang tersebut, tiba-tiba ibu pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) ini juga didatangi lagi seorang pria yang menanyakan alamat PT yang sama sambil memegang bahunya.

“Saat itu saya berada di depan Bank Mandiri, dan didatangi pria yang tidak dikenal. Pria tersebut kalau tidak salah menggunakan mobil. Saya dihampiri mereka dengan memegang punggung,” ujar korban dalam laporannya di Mapolresta Pekanbaru.

Setelah bahunya dipegang, entah kenapa tanpa sadar dia ikut saja diajak pergi bersama kedua pria tersebut dan naik ke dalam mobil milik pelaku. Sebelumnya, selain bertemu kedua laki-laki tersebut ia juga bertemu seorang wanita yang sedang melintas dan minta bantuan untuk ditemani.

“Setelah itu, saya naik ke dalam mobil pelaku atas ajakan pelaku. Diduga wanita yang dikenalnya kawanan atau rekan pelaku,” tuturnya kepada polisi.

Di dalam mobil, para pelaku melakukan aksinya. Mereka (Pelaku) meminta uangnya dengan modus meminjam untuk korban di Sinabung, gereja dan fakir miskin.

“Gak tahu kenapa, saya menuruti permintaan pelaku dengan memberikan uang di buku tabungan yang diambil di ATM BRI Sudirman, ATM BRI Mal Pekanbaru, ATM BCA Tuanku Tambusai bahkan hingga ATM BRI di Polresta Pekanbaru,” katanya dalam laporan Nomor : LP/K/186/II/2004/Riau/SPKT Polresta ini.

Tak hanya itu, sambung korban, selain uang tunai miliknya, para pelaku juga mengambil 150 gram emas yang dibawanya. “Kalau dijumlahkan seluruhnya, uang semuanya sekitar Rp 234 juta, sementara kalau emas sekitar Rp 60 juta dan total mencapai Rp 294 juta,” ujarnya.

cara-gendam-jalanan

Berita seperti diatas sering kita jumpai, tetapi kita hanya membaca saja tidak mengetahui pasti bagaimana peristiwa itu terjadi, ada sebuah modus diperistiwa ini, yaitu diminta untuk memberi pinjaman korban di sinabung, gereja dan fakir miskin, perhatikan modus ini, membuat korban terenyuh sehingga memberikan semuanya, dan saya yakin pasti ada pembicaraan lain di dalam mobil tersebut yang membuat korban terbawa ke suasana yang begitu religius sehingga mau menyerahkan semua uangnya untuk bantuan sosial.

Apakah korban memberikannya dengan tidak sadar? jawabannya TIDAK, korban memberikannya dengan SANGAT SADAR, apa buktinya? korban bisa menceritakan bagaimana proses hilangnya uang tersebut bahkan wajah orang-orang yang didalam mobil saya yakin juga pasti ingat. Lalu kenapa korban mau memberikan semua uangnya?

Ya karena korban termakan “rayuan maut yang penuh religius” dari si pelaku, sehingga iming-iming itu diserap oleh korban dan akhirnya mau memberikannya.

mengatasi-gendam-dijalan

Untuk menghindari kondisi seperti ini, saya berikan TIGA langkah mudah untuk menghindarinya:

Pertama, hindari berkomunikasi lama dengan orang yang TIDAK DIKENAL, baik itu secara langsung maupun di jalan. Karena tentu ketika anda meneruskan berkomunikasi maka pelaku akan mengeluarkan iming-iming yang bisa menggoda anda, bisa mempengaruhi pikiran bawah sadar anda untuk menuruti yang dia katakan. Para pelaku sudah memahami berbagai teknik komunikasi, sehingga ketika anda merasa tidak mengenal maka lebih baik berkomunikasi yang seperlunya saja.

Kedua, buat diri anda selalu sibuk ketika dijalan, misalnya dengan mendengarkan musik, bermain handphone, membaca buku, membaca koran, bermain game, BBM-an. Agar saat ada orang yang menepuk pundak anda, atau mengajak berbicara maka anda masih ada kesibukan itu, sebab tepukan itu sebenarnya adalah untuk membuat anda terkejut, dan ketika anda terkejut maka disitulah anda mudah dipengaruhi.

Ketiga, perbanyak wawasan agar ketika ada orang yang mengajak berbicara apapun anda bisa membalasnya, anda bisa memberikan argumen, argumen adalah cara untuk memutuskan konsentrasi pelaku, sebab ketika anda terlihat lebih pintar maka pelaku pasti menjauh dari anda. Perbanyak wawasan dan beranilah mengadu argumen, semakin anda mendebat apa yang dikatakan pelaku maka anda semakin selamat dari iming-imingnya.

Selain ketiga cara diatas ya pastinya anda selalu berdoa kepada Tuhan agar diberi keselamatan, dijauhkan dari orang-orang yang berniat jahat dandidekatkan dengan orang-orang yang baik.

Semoga bermanfaat dan anda menjadi jauh lebih waspada saat dimanapun dan kapanpu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s